Jurnal Ilmiah Analisis Stabilitas Gate Shaft Power Waterway

Diposting pada

https://drive.google.com/file/d/0B8XZre34ywGLeTFJOThnTWJYY28/view
Jurnal Ilmiah Analisis Stabilitas

https://drive.google.com/file/d/0B8XZre34ywGLeTFJOThnTWJYY28/view

Power waterway yaitu satu system saluran air untuk pembangkit tenaga listrik yang di bangun pada Waduk Jatigede Sumedang Jawa Barat. Power waterway terbagi dalam sebagian komponen yakni : bangunan pengambil (intake), terowongan headrace, sumur pengatur pintu (gate shaft), sumur pendatar (surge shaft), terowongan tekan (penstock tunnel). Power waterway di desain dengan debet gagasan 73 m3/detik yang didasarkan pada keperluan air untuk system irigasi Rentang di bagian hilir. Dengan analisis hidroloka diperoleh diameter terowongan D = 4, 50 m. Dimensi terowongan ini alami pergantian dari yang awal mulanya berdiameter 5, 50 m untuk pembangkit listrik sebesar 175 MW dengan debet gagasan Q = 123 m3/detik jadi D = 4, 50 m untuk pembangkitan listrik sebesar 110 MW dengan debet gagasan 73 m3/detik.
Sumur pengatur pintu (gate shaft) adalah sumuran yang dipakai untuk meletakkan pintu darurat serta pintu pengatur untuk pembangkitan tenaga listrik, di buat dari susunan beton bertulang. Di bagian atas sumur di bangun suatu gedung atau ruang yang dilengkapi dengan mesin angkat (hoist) system hidrolis, untuk mengoperasikan pintu-pintu itu. Disamping juga sebagai bangunan pengatur pintu, di dalam gedung ini dapat diletakkan peralatan kompresor serta tangki hawa desakan tinggi kemampuan 25 bar, untuk pengoperasian babbler nozzle serta jet nozzle
Dalam sistem konstruksi proses penggalian gate shaft direncanakan dengan lakukan perkuatan/penyangga sesaat. Argumen dikerjakannya perkuatan yaitu 1) Keadaan geologi di tempat tersebut, yakni formasi batuannya yang keras dengan volume yang besar. 2) Memberi perlindungan dari longsor untuk aktivitas penggalian/konstruksi selanjutnya.
Lalu dalam mendesain perkuatan/penyangga dibutuhkan analisa kestabilan yang berlangsung pada gate shaft. Analisa itu diperlukan untuk tahu apakah tanah/batuan di seputar gate shaft dapat menahan tegangan serta regangan yang berlangsung disebabkan penggalian. Bila dalam analisa nyatanya keadaan tanah/batuan tidak bisa menahan beban yang bekerja jadi mesti dikerjakan perkuatan/penyangga.
Menurut Barton, dkk (1974) dalam Q-system design perkuatan/penyangga terkait dengan Rock Quality Desaignation (RQD), lebar bukaan, type batuan serta Excavtion Dukungan Ratio (ESR).
Setelah itu dengan perkembangan tehnologi belakangan ini di semua bagian, terutama dalam bagian komputerisasi, sudah dirasa sangatlah besar faedahnya untuk perkembangan serta keringanan dalam proses pada bagian yang yang lain. Terlebih di bagian pemrograman, sangat banyak dipakai untuk merampungkan permasalahan di bagian perancangan yang makin berkembang. Aplikasi pemakaian program bisa menghemat saat pekerjaan hingga saat yang dibutuhkan dalam perancangan makin singkat dengan kwalitas yang memuaskan. Satu diantara program yang diaplikasikan dalam bagian geoteknik yaitu program plaxis yang memakai cara elemen sampai dalam sistem hitungannya. Dalam Pekerjaan Akhir ini bakal dibicarakan pemakaian Program Plaxis 8. 2 2 dimensi terutama untuk mengkaji

  https://drive.google.com/file/d/0B8XZre34ywGLeTFJOThnTWJYY28/view

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *