Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi – Laporan Keuangan PDF Download

Diposting pada
https://drive.google.com/file/d/0B8XZre34ywGLMWxVMWtzekFCbm8/view


https://drive.google.com/file/d/0B8XZre34ywGLMWxVMWtzekFCbm8/view

Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi – Laporan Keuangan PDF Download
PENDAHULUAN
Neraca keuangan melukiskan kemampuan manajemen perusahaan dalam mengelola sumber daya yang dipercayakan. Info yang di sampaikan lewat neraca keuangan ini dipakai oleh pihak internal ataupun eksternal. Dalam usaha untuk menyempurnakan neraca keuangan itu lahirlah rencana konservatisme. Lo (2005) mendeskripsikan konservatisme juga sebagai satu pandangan pesimistik dalam akuntansi. Akuntansi yang konservatif bermakna bahwa akuntan berlaku pesimis dalam hadapi ketidakpastian laba atau rugi dengan pilih prinsip atau kebijakan yang memperlambat pernyataan pendapatan, mempercepat pernyataan cost, merendahkan penilaian aktiva, serta meninggikan penilaian utang. Praktek ini berlangsung lantaran Standard Akuntansi Keuangan (SAK) memberi kebebasan pilih cara akuntansi yang dipakai dalam pengaturan neraca keuangan. Di samping itu, lantaran kesibukan perusahaan yang dilingkupi dengan ketidakpastian, jadi aplikasi prinsip konservatisme jadi satu diantara pertimbangan perusahaan dalam akuntansi serta laporan keuangannya. Kebebasan dalam penentuan cara ini bakal punya pengaruh pada angka-angka yang di sajikan dalam neraca keuangan, baik neraca ataupun laporan laba rugi perusahaan. Kwalitas laba adalah satu ukuran untuk mencocokkan apakah sama laba yang dihasilkan dengan apa yang telah direncanakan pada awal mulanya. Kwalitas laba makin tinggi bila mendekati rencana awal atau melebihi tujuan dari gagasan awal. Laba yang mempunyai kekuatan untuk memberi tanggapan (power of response) pada pasar tunjukkan kwalitas laba, yang diukur dengan Earnings Response Coefficient (ERC). Kuatnya reaksi pasar pada info laba tercermin dari tingginya ERC, tunjukkan laba yang berkwalitas. ERC juga sebagai proksi dikira mewakili ukuran dari kwalitas laba. Walau demikian, hingga sekarang ini masih tetap berlangsung pertentangan tentang aplikasi konservatisme dalam neraca keuangan. Beberapa pengkritik konservatisme memiliki pendapat bahwa prinsip konservatisme mengakibatkan neraca keuangan jadi bias hingga tidak bisa jadikan alat oleh pemakai neraca keuangan untuk mengevaluasi resiko perusahaan. Diluar itu, laba yang dihasilkan dari cara yang konservatif bakal kurang berkwalitas, tak relevan, serta tak berguna. Di lain pihak, pendukung konservatisme menyebutkan bahwa konservatisme membuahkan laba yang lebih berkwalitas lantaran prinsip ini menghindar perusahaan bertindak membesarkan laba serta menolong pemakai neraca keuangan dengan menghidangkan laba serta aktiva yg tidak terlampau tinggi (overstate). Oleh karenanya, dalam riset ini penulis mau mempelajari lebih jauh tentang ketidaksamaan kwalitas laba pada perusahaan yang mengaplikasikan prinsip konservatisme dengan perusahaan yg tidak mengaplikasikan prinsip konservatisme yang dikerjakan lewat uji beda.

 
https://drive.google.com/file/d/0B8XZre34ywGLMWxVMWtzekFCbm8/view

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *